Cara Menarik Target Market

Cara Menarik Target Market Yang Sesuai Dengan Usaha Yang Dimiliki

 

Perhatikan rumus dibawah ini :
(Prospek) x (% Closing) = (BUYER) x (AVG Sales) x (Repeat Order) = OMZET

Apakah Anda pernah melihatnya ? Sambil mengingat kembali dan agar lebih mudah dalam memahaminya, mari Saya jelaskan.

√ Prospek adalah mereka yang tertarik untuk membeli produk Anda. Biasanya ditandai dengan masuknya database mereka ke Anda dan mulai bertanya-tanya tentang produk Anda

√ % Closing adalah seberapa besar konversi dari orang yang tertarik pada akhirnya memutuskan untuk beli produk Anda

√ Buyer adalah pembeli produk Anda

√ AVG Sales adalah rata-rata banyaknya jumlah pembelian saat terjadi penjualan

√ Repeat Order adalah banyaknya jumlah pembelian ulang yang dilakukan oleh orang yang sama dalam kurun waktu tertentu

√ Omzet adalah nilai penjualan yang Anda dapatkan

Nah, jika Anda perhatikan, BUYER dan OMZET merupakah hasil dari perkalian keempat unsur tersebut diatas, yaitu Prospek, % Closing, AVG Sales, dan Repeat Order.

Artinya, jika Anda ingin meningkatkan penjualan Anda, maka Anda harus fokus pada keempat unsur tersebut, bukan pada Buyer dan Omzetnya. Paham ?

Baiklah.. Bukan itu sebenarnya yang ingin Saya bahas pada sharing kali ini.

Saya ingin sharing kepada Anda tentang Bagaimana Menyusun Strategi Penjualan di Dunia Online.

Mau tahu ?

Ilmu ini masih jarang digunakan oleh pengusaha offline maupun online, hanya ada beberapa orang saja dari IM Indonesia yang mempraktikkannya. Dan Hasilnya : GENDENG bin SABLENG !

Omzet Meledak ! DHUARR..!! Tapi Anda jangan dulu percaya, sebelum membuktikannya sendiri.

Salah satu yang telah mempraktikkannya adalah Guru saya sendiri Si DEWA SELLING, Kang Dewa Eka Prayoga

Apa sebenarnya Rahasianya ?,

Mari kita Bongkar…..

Siap ?

Kuncinya adalah : MEMBUAT SALES FUNNEL !

Ya. Cara terbaik untuk meningkatkan omzet dan profit di dunia online adalah dengan cara membuat sebuah Sales Funnel.

Sales Funnel adalah sebuah proses dimana kita membantu calon customer untuk mencapai goalnya (menyelesaikan masalahnya), dengan memberikan solusi secara bertahap, sehingga customer akan membeli produk-produk yang kita tawarkan lebih dari satu kali.

Misalnya : Jika Anda penjual papercraft atau pajangan dan souvenir yang terbuat dari kertas. Anda tidak bisa tiba-tiba menjual produk papercraft dengan harga yang sangat premium katakanlah 1 juta kepada target market Anda. Nah, lho ? Lantas, apa yang harus Anda lakukan ?

Pada langkah pertama, kita akan masuk ke dalam proses penawaran Lead Magnet dan penawaran Tripwire. Dalam proses ini, Anda akan mengetahui bagaimana mengembangkan bisnis Anda dengan metode Jay Abraham yang pertama, yaitu Meningkatkan Jumlah Customer.

Lead Magnet adalah janji yang ditawarkan kepada visitor untuk ditukar dengan kontak mereka.

Jangan salah sangka, meskipun tidak ada uang yang bisa Anda dapatkan pada transaksi ini. Namun, pada tahap ini Anda bisa mengetahui siapa yang dapat Anda prospek.

Anda harus memberikan janji yang sulit ditolak oleh visitor pada tahap Lead Magnet ini.

Lead Magnet biasanya ditempatkan pada sebuah web page yang disebut landing page atau squeeze page, dan berguna untuk mengonversi cold traffic menjadi leads untuk bisnis Anda.

Berikut adalah contoh dari Lead Magnet yang di tawarkan dalam sebuah Squeeze Page. Silakan cek >> PAPERCRAFT KURNIA TRAVEL

Tujuan dari page ini hanya satu, yaitu pengunjung mengisi email. Karena fokusnya hanya email, maka jangan ganggu pengunjung website Anda dengan menu lainnya.

Lead Magnet dibuat untuk meningkatkan leads.
Pada tahap ini, Anda mulai berpikir tentang janji apa yang dapat Anda tawarkan untuk ditukarkan dengan data pengunjung website Anda ?

Jika Anda memahami dan menyelesaikan langkah ini, maka Anda sudah di depan para pesaing Anda.

Ingat, goal pertama Anda adalah untuk meningkatkan jumlah customer. Sejauh ini, kita hanya menghasilkan leads melalui Lead Magnet.

Pada tahap ini, Anda belum sampai memiliki customer baru. Namun begitu, dengan mempelajari tahap ini, maka Anda akan memiliki customer baru untuk market Anda.

Selanjutnya adalah Trip Wire.

Penawaran di dalam Trip Wire dibuat untuk orang-orang yang telah menunjukkan interest mereka pada produk atau jasa Anda melalui Lead Magnet.

Trip Wire adalah penawaran yang terjangkau dan relatif mudah untuk diambil. Biasanya, antara Rp. 10.000 dan Rp. 200.000.

Tapi, jika Anda menjual produk atau jasa dengan nominal yang cukup tinggi, maka Anda dapat menawarkan Tripwire dengan harga yang sesuai.

Sehingga, Anda dapat mengonversi leads Anda dengan sangat baik agar menjadi pembeli dan kemudian Anda dapat membawanya ke tahapan funnel berikutnya.

Tujuan dari Tripwire pada dasarnya adalah mengubah hubungan dari prospek ke customer. Cara mengonversi prospek ke customer, yakni dengan cara customer harus melakukan transaksi. Bahkan, hanya dengan transaksi Rp. 10 ribu, Anda sudah menyeleksi banyak leads Anda menjadi customer.

Kuncinya adalah untuk membuat Penawaran Tripwire yang tidak dapat ditolak.

Cara yang paling umum untuk membuat Trip Wire yang tidak dapat ditolak adalah dengan menjualnya pada harga modal atau dalam beberapa kasus, bahkan ada yang menjualnya di bawah harga modal. Sehingga, hal tersebut mengharuskan Anda untuk mengeluarkan dana untuk promosi Trip Wire ini.

Memang benar jika Anda tidak bisa menjadikan penawaran di Trip Wire ini sebagai income utama Anda. Karena, kembali lagi pada tujuan dari Tripwire adalah untuk mendapatkan list pembeli.

Sehingga, melalui list ini Anda dapat menggunakannya pada funnel berikutnya. Ingat, pada bisnis ini tidak ada yang lebih berharga selain mendapatkan list pembeli.

Konversikan jumlah maksimum Lead Magnet dan arahkan mereka agar menjadi paying customer, bahkan dengan mengorbankan margin keuntungan Anda. Dengan begitu, Anda akan memperoleh paying customer yang akan mampu memberikan keuntungan bagi Anda melalui tiga langkah selanjutnya :

√CoreOffcer
√ProfitMaximizer
√ Return path

Core offer adalah produk utama Anda yang ingin ditawarkan.

Anda akan melihat ledakan penjualan Core Offer dengan menggunakan langkah Lead Magnet dan Trip Wire terlebih dahulu, ketimbang langsung menawarkan Core Offer.

Dalam beberapa kasus, penjualan dari Core Offer menghasilkan profit. Tapi, tidak harus seperti itu.

Anda akan membuat sistem dengan tujuan untuk mendapatkan lebih banyak customer dari yang dimiliki oleh kompetitor Anda.

Ingat, Jeff Bezos mengatakan bahwa besarnya margin kompetitor adalah peluang bagi Anda. Anda dapat mengoptimalkan conversion rate, traffic acquisition, dan value dari produk Anda untuk mencari sebanyak mungkin customer.

Ini mungkin mengagetkan, namun banyak pengusaha sukses dunia tidak mendapatkan profit sampai mereka mencapai dua tahap berikutnya (Profit Maximizers dan Return Path).

Metode kedua dari pengembangan bisnis Jay Abaraham adalah untuk meningkatkan nilai transaksi setiap customernya. Di sinilah peran Profit Maximizer begitu dapat dirasakan efektivitasnya.

Banyak bisnis tidak memiliki Tripwire dan Profit Maximizer. Mereka hanya menjual Core Offer mereka kepada cold traffic.

Apakah Anda tau bahwa MCDonald’s tidak mendapat keuntungan dari menjual hamburger mereka ? Hamburger mereka adalah Core Offer, tetapi kentang goreng dan coke-nya adalah Profit Maximizer.

Memang benar jika Hamburger adalah bintang utama yang dijual oleh MC Donald’s, namun penjualan tertinggi bukan terletak pada Hamburger tersebut, melainkan pada kentang goreng dan coke-nya yang merupakan sebuah produk maximizer. Menarik bukan ?

Cari tahu bagaimana caranya profit maximizer dan income Anda mulai tidak dapat dihentikan.

Namun ada 1 cara lain yang lebih mampu membantu Anda mendapatkan keuntungan besar. Ulasan ini akan kita bahas pada langkah selanjutnya.

Yang terakhir adalah, meningkatkan jumlah transaksi setiap customer Anda.

Kita masuk ke bahasan Return Path.

Menjalankan Return Path, caranya adalah melakukan komunikasi yang sering dan juga strategis dengan memberikan penawaran lain ke customer Anda.

Karena Anda telah memiliki informasi mengenai customer Anda melalui lead magnet, maka Anda dapat melanjutkan marketing Anda dengan penawaran lainnya.

Anda bisa menawarkan lead magnet, trip wire, core offer dan profit maximizer yang baru kepada data customer bisnis Anda.

Email marketing, content marketing, organic social media, custom
audience, dan ad retargeting adalah taktik untuk menjaga komunikasi dengan customer Anda dan yang mampu meningkatkan frekuensi pembelian mereka.

Bagaimana Anda bisa menggapai customer bisnis Anda berulang kali ? Kapan Anda melakukan kontak dengan customer Anda selain saat melakukan penjualan ? Buatlah komunikasi sesering mungkin dengan customer Anda di luar penjualan.

Anda dapat meningkatkan komunkasi dengan customer Anda melalui promosi atau cara lainnya. Perlu Anda ingat, semakin sering Anda berkomunikasi dengan mereka, maka Anda akan meningkatkan frekuensi transaksi mereka melalui return path.
Ingat, setiap langkah memiliki tujuan yang berbeda-beda :

√ Lead Magnet untuk mencari data pengunjung website.
√ ripwire untuk meningkatkan list pembeli.
√ Core Offer yang memberikan Anda profit.
√ Profit Maximizer untuk meningkatkan profit Anda.
√ Return Path untuk meningkatkan frekuensi daya beli customer Anda.

Setiap langkah dari sistem ini akan mampu meningkatkan income bisnis Anda.

Menggunakan semua cara tersebut, akan membuat bisnis Anda tidak dapat dihentikan dan terus melaju menjadi semakin besar dan berkembang.

 

Kiat-Kiat Jualan Online

  1. Target yang JELAS

Ini sangat penting pake banget.
Target jangka pendek maupun target jangka panjang dalam penjualan (OMZET)

An Example :
Teman2 WAJIB punya target bulanan, yaitu target omzet penjualan perbulan yang mau dicapai berapa itu WAJIB TERTULIS dengan jelas.

Jangan sesekali menetapkan target hanya dalam angan2 tanpa di tulis. Itu sama aja mimpi.

Jadi tiap bulan tulis target penjualannya berapa. misal 30 juta .

Tulis di buku khusus
“Target Omzet Penjualan Bulan Maret 2016 adalah 30 juta Rupiah”

  1. NIAT

Point ini semua pasti sudah paham.

Niat jualannya jangan karena komisi penjualan yang gede doank TAPI niatkan membantu memberikan solusi pada yang punya masalah.

NOTE :

Bisnis ada karena adanya masalah yang dihadapi pasar.
Bisnis hadir sebagai solusi bagi masalah pasar

  1. STRATEGI

Point strategi ini, menurut saya lebih pada prospekting.

Baik online maupun offline prospek itu WAJIB .

Prospekting adalah bagian dari strategi mencapai target omzet.

Kebanyakan, jualan online penting promosi di seluruh sosial.media sudah cukup.

Padahal memprospek juga masih diperlukan.

Buat daftar orang2 yg mau diprospek setiap harinya.

Misal tiap hari wajib memprospek 4 orang.
ini juga harus dilakukan dengan komitmen.

Strategi penjualan lainnya, saya rasa teman2 lebih jago

  1. Let it go, Let it God

Point ini sepele tapi prakteknya gak mudah

Kesalahan yang sering dianggap bukan kesalahan adalah terlalu bernafsu. Dalam artian bernafsu harus capai omzet sekian.

Bernafsu boleh, cuma perasaan harus tetap tenang dan sepenuhnya soal hasil biar jadi urusan Tuhan.

Manusia tugasnya berusaha seoptimalnya.

Hasil sudah menjadi wilayah Tuhan

  1. Pengetahuan tentang produk.

Ini juga sangat penting, menurut saya

Kalau jualan buku, pastikan teman2 sudah membaca buku yg mau dijual.

kalau saya, hukumnya WAJIB saya tahu lebih dulu tentang produk yang akan saya pasarkan.

Tujuannya apa ?

Saat kita tahu betul tentang produk/jasa yang kita pasarkan, maka energi yang bakal di tangkap calon costumer itu berbeda.

Akan sangat berbeda energinya, ketika kita jualan, tapi gak tahu betul apa yang kita jual, mempresentasikan produk yang kita jual pun tidak meyakinkan dan itu akan membuat ragu calon buyer.

Silahkan Praktekkan dan Rasakan hasilnya…

 

 

Rini Nuraini

RIni Nuraini, S.T (CEO Kurnia Nuraini Tour and Travel)
Tlp/Sms : 0813 1026 7457
Wa/Tele : 0857 1831 5301

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: